Harapan itu masih ada

19 05 2009

BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA
Munsyid : Shoutul Harokah

Tatap tegaklah masa depan
Tersenyum lagu kehidupan
Dengan cita dan satu asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
untuk tegaknya keadilan

Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang

S’lama matahari bersinar
S’lama kita terus berjuang
S’lama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah …

Iklan




by Sayyid Qutb

19 05 2009

Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan air matamu
Maka di atas tulangku yang hancur luluh
Nyalakanlah obor buat umat mulia ini
Dan teruskan perjalanan ke gerbang jaya

Kematianku adalah suatu perjalanan
mendapatkan kekasih yang sedang merinduiku
Taman-taman indah di syurga bangga menerimaku
Burung-burungnya berpesta menyambutku
Dan bahagialah hidupku di sana.

Puaka kegelapan pasti ia kan hancur
Fajarkan menyinsing
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Jangan gentar berkelana ke alam abadi
Di sana cahaya fajar memancar.





Sungguh!, kami malu padaMU

19 05 2009

Ya Allah…
Dengan segala kerendahan kami bersimpuh di hadapanMu
Memohon segala petunjuk dariMu
Berlindung dari segala kesesatan dan kekesatan yang bersemayam di hati
Tiada kekuatan yang mampu menolak segala keburukan kecuali berasal dariMu
Sesungguhnya kami malu
Meski hanya sekedar lintasan hati tuk meminta kepadaMu

Ya Allah…

Setiap detik Engkau penuhi kebutuhan kami
Nafas yang kami hirup
Tiada pernah Engkau minta tuk ganti dan Kau henti
Sedang kami enggan berbagi dan seringkali berhitung atas berkurangnya materi

Ya Allah…

Kau jernihkan mata ini untuk memandang segala yang ingin kami pandang
Tidak pula kaki, tangan, hati dan pikiran
Namun bukan wujud kesyukuran kemana kami arahkan
Ternyata laranganMu lebih manis sebagai pilihan

Ya Allah…

Sesungguhnya catatan maksiat diri kami terlalu panjang
Tak mampu terhitung sebanyak butiran pasir
pun tetesan air di lautan
Dan amal baik kamipun belum tentu mampu menjadi penyeimbang

Ya Allah…

Masih layakkah kami meminta?
Sedangkan hakMu sebagai Tuhan lebih banyak kami abaikan

Wahai sahabat…
Siapakah zat yang sesungguhnya kita butuhkan?
Saat kesedihan dan melilitnya kesempitan hati?
Saat berguncangnya bumi dan Jauhnya rezeki?

Wahai sahabat…
Jujurlah pada hati
Bukankah hanya Allah zat yang sesungguhnya layak menjadi sembahan?

(sumber: dari sebuah blog)





Syair Terakhir Sayyid Quttub

19 05 2009

Puisi Terakhir Sayyid Quttub

(by Sayyid Quttub)

Seandainya kau tangisi kematianku
Dan kau siram pusaraku dengan air matamu
Maka di atas tulangku yang hancur luluh
Nyalakanlah obor buat umat mulia ini
Dan teruskan perjalanan ke gerbang jaya

Kematianku adalah suatu perjalanan
mendapatkan kekasih yang sedang merinduiku
Taman-taman indah di syurga bangga menerimaku
Burung-burungnya berpesta menyambutku
Dan bahagialah hidupku di sana.

Puaka kegelapan pasti ia kan hancur
Fajarkan menyinsing
Dan alam ini akan disinari fajar lagi
Biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
Jangan gentar berkelana ke alam abadi
Di sana cahaya fajar memancar.