“Ya Allah jagalah hati ini”.

17 07 2009


hati!!

hati!!

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ


“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tha’atik”

Apakah sahabat tahu bahwa sumber dari segalakebaikan maupun  maksiat yang kita lakukan berangkat dari hati kita. Yah, darinyalah ukuran apakah kita berbuat kebaikan atau sebaliknya bermaksiat kepada Alllah SWT. Na’udzubillah, semoga Allah senantiasa menjaga hati kita. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW. bersabda dalam doanya:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“ Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tha’atik”

Ya Allah dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan.

Sahabat, jangan sampai hati kita tergolong sebagai hati yang sakit (qalbun maridh), apalagi hati yang mati(qalbun mayit). Terangilah hati masing-masing dari kita dengan akhlaq yang lurus, dengan kebajikan amal shalih, serta cahaya iman yang senantiasa menerangi, jangan sampai hati kta laksana erada  dalam lorong kegelapan tanpa secercah cahaya yang menerangi. Berjuanglah dengan kesabaran sampai kita raih hati yang selamat(qalbun salim), hati yang sehat (qalbun shahih).

Saudaraku, ketahuilah hati itu ibarat cermin. Hati yang bersih ibarat cermin yang bersih pula, sehingga memudahkan seseorang untuk mengaca diri, sehingga akan tampak jelas apa kekuranganya, apa cacat yang dimilikinya sehingga akan selalu memperbaiki kekuranganya . Hati yang bersih akan senantiasa sensitive terhadap setiap maksiat kepada Allah sekecil apapun itu. Hati yang seperti inilah hati yang insyaAllah akan selamat. Sebaliknya hati yang kotor itu ibarat cermin yang kusam yang membuat seseorang sulit untuk mengaca bahkan tidak tahu, lupa diri, sehingga tidak tampaklah baginya dosa dan maksiat sebesar apapun yang dia lakukan. Na’udzubillahi min dzalik.

Saudaraku, ketahuilah bahwa dari kondisi hati inilah akan tercermin setiap akhlaq dan tindak tanduk kita. Jika hati ini baik, baik pula akhlaq kita, tapi jika sebaliknya maka tindakan kita juga sebaliknya. Rasulullah SAW. bersabda,

“Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Sekerat daging itu adalah hati”.(HR. Bukhori dan Muslim).

Saudaraku, masing-masing dari kita marilah bertanya pada hati kita masing-masing. Hatiku, maksiat apa selama ini yang timbul karenamu?, hatiku, apakah selama ini kau sudah berlepas dari hasat, iri, dengki, bersih dari sum’ah, ujub, sombong, takabur, bersih dari riya, bangga diri, bersih dari berfikir dan memikirkan yang dilarang Allah SWT, hatiku apakah kau sudah bersih dari………………………

Jika belum. Beristighfarlah duhai “HATIKU” dan kembalilah kepadaNYA sebagai hati yang sehat, hati yang selamat. Amin.

“di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Astghfirullahal’adzim.

“hiasilah akhlaq dengan melibatkan Allah, dan biarlah akhlaq itu hidup bertebaran di bumi Allah.”

_muslim fisika_





A Letter from Allah

19 06 2009

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Untuk saudara-saudaraku tersayang….
Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat, inayah,
dan hidayahNya kepada
kita semua. Amiin.

Surat dari Allah swt.

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan
berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata
meminta pendapatKU atau
bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang
terjadi dalam hidupmu
hari ini atau kemarin ..
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi
bekerja …
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit
waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi
engkau terlalu sibuk …
Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama
lima belas menit tanpa
melakukan apapun.
Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU
berfikir engkau akan
berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke
telephone dan menghubungi
seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar
sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu
sibuk mengucapkan
sesuatu kepadaKU.
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau
merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah
sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu
berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum
menyantap rizki yang AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya….
Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara
kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah
kelihatannya seakan-akan
banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak
waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan
apapun dan hanya menikmati
acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau
menonton TV dan menikmati
makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara
kepadaKU…
Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat
malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat
tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau
sebut.
Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin
mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan
sepatah kata, do’a,
pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya .. engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan
penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku
sedikit waktu untuk
menyapaKU….
Tapi yang KU tunggu ….tak kunjung tiba .. tak juga
kau menyapaKU.
Subuh …. Dzuhur… Ashyar …. Magrib…. Isya dan
Subuh kembali, kau
masih mengacuhkan AKU … tak ada sepatah kata,
tak ada seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada
harapan dan keinginan untuk
bersujud kepadaKU….
Apa salahKU padamu .. wahai UmmatKU?????
Rizki yangKU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan,
makanan yangKU hidangkan, anak-anak yang KU
rahmatkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepada KU…!!!!!!!
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap
berharap suatu saat engkau
akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud
menghadap KU…. Yang
selalu menyertaimu setiap saat …. Allah SWT.

Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk
mengirimkan surat ini kepada
orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan
mereka bahwa segala apapun
yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya
dari ALLAH semata.

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

dari : ade irma (makasih banyak teh buat kirimannya)