Rusaknya Akhlaq Membawa Kehancuran Bangsa

12 04 2010

Seorang cendekiawan muslim yang terkenal “Imam Asy-Syauki” mengatakan, mengatakan :  “Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya, bila rusak akhlaqnya maka rusaklah bangsa itu”

وَ اِنَّمَا اْلاُمَمُ اْلاَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ    فَاِنْ هُمُوْ ذَهَبَتْ اَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا

Apabila akhlaqnya rusak, maka rusaklah bangsa itu”. Perlu kita cermati ucapan tersebut, serta kita perhatikan tanda-tanda rusaknya akhlaq berdasarkan petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW dan Allah SWT, antara lain :

1. Banyaknya kejahatan dan perbuatan jahat, serta merosotnya nilai keislaman pada bangsa itu. Rasulullah SAW bersabda,

اِنَّ اْلفَحْشَ وَ التَّفَحُّشَ لَيْسَا مِنَ اْلاِسْلاَمِ فِى شَيْءٍ وَ اِنَّ اَحْسَنَ النَّاسِ اِسْلاَمًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. الترمذى

Sesungguhnya kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam, dan bahwasanya orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya.” [HR. Tirmidzi]

2. Suka berdebat.

Ujung-ujungnya hawa nafsu yang akan menguasai dirinya, sedangkan hawa nafsu itu akan mengarah kepada kejahatan.

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” [QS. Yusuf : 53].

Rasulullah SAW bersabda,

ذَرُوا اْلمِرَاءَ فَاِنَّ اَوَّلَ مَا نَهَانِى عَنْهُ رَبّى بَعْدَ عِبَادَةِ اْلاَوْثَانِ اْلمِرَاءُ. الطبرانى

“Jauhilah perdebatan, sebab larangan yang pertama kali disampaikan kepadaku oleh Tuhanku setelah menyembah berhala adalah perdebatan.” [HR. Thabrani]

3. Penyakit dengki dan suka permusuhan serta hilangnya rasa kasih sayang.

Sabda Rosululloh  SAW,

عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ اْلاُمَمِ قَبْلَكُمْ. اَلْبَغْضَاءُ وَ اْلحَسَدُ، وَ اْلبَغْضَاءُ هِيَ اْلحَالِقَةُ، لَيْسَ حَالِقَةُ الشَّعْرِ، وَ لكِنْ حَالِقَةُ الدّيْنِ، وَ الَّذِىْ نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا، وَ لاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا. اَلاَ اُنَبّئُكُمْ بِمَا يُثْبِتُ لَكُمْ ذلِكَ؟ اَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ. البزار باسناد جيد

Dari Ibnu Zubair RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan menjangkiti kepada kalian penyakit ummat-ummat sebelum kalian. Yaitu kebencian dan kedengkian. Kebencian itu adalah pencukur. Bukan pencukur rambut, tetapi pencukur agama. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai. Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang bisa memantapkan kalian pada yang demikian itu ? Yaitu tebarkanlah salam diantara kalian”. [HR. Al-Bazzar dengan sanad jayyid]

Kalau kita perhatikan petunjuk-petunjuk di atas, tanda-tanda rusaknya akhlaq bangsa ini sudah nampak jelas, dari kalangan bawah sampai kalangan atas, bahkan para wakil rakyat yang mulia pun sudah menunjukkan rusaknya akhlaq pada mereka.

Disaksikan jutaan mata, baik rakyat Indonesia sendiri, maupun mata dunia, tawuran dalam persidangan dan sesekali terdengar suara seperti urakan (orang-orang yang tidak berpendidikan), sudah tidak ada rasa malu lagi, walaupun sangat memuakkan dan memprihatinkan bagi rakyat bangsa ini yang melihatnya.

Tawuran antar mahasiswa/rakyat dengan aparat penegak hukum (polisi, kejaksaan, dan satpol PP) terjadi dimana-mana. Korupsi yang dilakukan oleh Bupati, Gubernur, Lembaga Tinggi Negara dan mafia peradilan merupakan kejahatan yang kita saksikan lewat layar kaca, sudah menjadi hal yang biasa.

Yang kita saksikan semua itu menunjukkan telah rusaknya akhlaq bangsa ini, dan kalau kita tidak menyadari, kehancuran bangsa ini tinggal tunggu saatnya saja.

Mari kita perhatikan petunjuk Allah dalam QS. Al-Israa’ : 16,

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

yang artinya “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah/para pejabat tinggi negara di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya“.

Oleh karena itu marilah kita bangun akhlaq bangsa ini sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya agar bangsa ini selamat dari kehancuran yang tidak kita inginkan bersama. Semoga Allah menyelamatkan bangsa ini dengan petunjuk-Nya, aamiin.

Diambil dari : Majelis Tafsir Al Qur’an (http://www.mta-online.com)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: