| muslimfisika on Forum | |
| Indah on Apa Kata Mereka Tentang Rasul … | |
| IRWANSYAH on Apa Kata Mereka Tentang Rasul … | |
| My Surya on Ujian Kesabaran, Ibarat Menant… | |
| faizal akbar on Kebijakan Dakwah Rasulullah… | |
| seventine on Apa Kata Mereka Tentang Rasul … | |
| seventine on Apa Kata Mereka Tentang Rasul … | |
| yatno on Forum | |
| wiwid on Anti Materi | |
| mamik rosita on Al Qur’an dan Kita | |
| Postinus Gulo on Neoliberalisme | |
| muslimfisika on Forum | |
| bocahunimed on Forum | |
| Siti Nurhamna on Harapan itu masih ada | |
| Dedy Kurniawan Setyo… on Sepuluh Langkah menyambut… |
mana taujihnya????
ntar ya….
btw di antara temen2 jg boleh lo ngasih taujih, saling mengingatkan.
tulis aja lewat komentar pada page Taujih, OK.
Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih
Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali karena akhirat, tidak sedih kecuali karena akhirat. Tidak ridha kecuali karena akhirat. Tidak marah kecuali krn akhirat. Tidak bergerak, kecuali karena akhirat. Dan tidak berusaha kecuali krn akhirat.
Siapa saja yang bisa seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Yaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tdk ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik itu berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.