اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tha’atik”
Apakah sahabat tahu bahwa sumber dari segalakebaikan maupun maksiat yang kita lakukan berangkat dari hati kita. Yah, darinyalah ukuran apakah kita berbuat kebaikan atau sebaliknya bermaksiat kepada Alllah SWT. Na’udzubillah, semoga Allah senantiasa menjaga hati kita. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW. bersabda dalam doanya:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“ Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tha’atik”
Ya Allah dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan.
Sahabat, jangan sampai hati kita tergolong sebagai hati yang sakit (qalbun maridh), apalagi hati yang mati(qalbun mayit). Terangilah hati masing-masing dari kita dengan akhlaq yang lurus, dengan kebajikan amal shalih, serta cahaya iman yang senantiasa menerangi, jangan sampai hati kta laksana erada dalam lorong kegelapan tanpa secercah cahaya yang menerangi. Berjuanglah dengan kesabaran sampai kita raih hati yang selamat(qalbun salim), hati yang sehat (qalbun shahih).
Saudaraku, ketahuilah hati itu ibarat cermin. Hati yang bersih ibarat cermin yang bersih pula, sehingga memudahkan seseorang untuk mengaca diri, sehingga akan tampak jelas apa kekuranganya, apa cacat yang dimilikinya sehingga akan selalu memperbaiki kekuranganya . Hati yang bersih akan senantiasa sensitive terhadap setiap maksiat kepada Allah sekecil apapun itu. Hati yang seperti inilah hati yang insyaAllah akan selamat. Sebaliknya hati yang kotor itu ibarat cermin yang kusam yang membuat seseorang sulit untuk mengaca bahkan tidak tahu, lupa diri, sehingga tidak tampaklah baginya dosa dan maksiat sebesar apapun yang dia lakukan. Na’udzubillahi min dzalik.
Saudaraku, ketahuilah bahwa dari kondisi hati inilah akan tercermin setiap akhlaq dan tindak tanduk kita. Jika hati ini baik, baik pula akhlaq kita, tapi jika sebaliknya maka tindakan kita juga sebaliknya. Rasulullah SAW. bersabda,
“Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Sekerat daging itu adalah hati”.(HR. Bukhori dan Muslim).
Saudaraku, masing-masing dari kita marilah bertanya pada hati kita masing-masing. Hatiku, maksiat apa selama ini yang timbul karenamu?, hatiku, apakah selama ini kau sudah berlepas dari hasat, iri, dengki, bersih dari sum’ah, ujub, sombong, takabur, bersih dari riya, bangga diri, bersih dari berfikir dan memikirkan yang dilarang Allah SWT, hatiku apakah kau sudah bersih dari………………………
Jika belum. Beristighfarlah duhai “HATIKU” dan kembalilah kepadaNYA sebagai hati yang sehat, hati yang selamat. Amin.


Astghfirullahal’adzim.
“hiasilah akhlaq dengan melibatkan Allah, dan biarlah akhlaq itu hidup bertebaran di bumi Allah.”
_muslim fisika_


Comment